Ekstensi, format, dan kodek audio dan video yang didukung

Faktanya, sampai sekarang masih banyak yang mengalami masalah dengan file videonya.

Bạn đang xem: Ekstensi, format, dan kodek audio dan video yang didukung

Terutama saat diedit.

Seperti.. render lama, file yang diedit terlalu berat, export gagal, nge-hang, dll.

Banyak yang mengira bahwa masalah-masalah itu disebabkan masalah hardware: harus tambah memori, hardisk penuh, harus ganti VGA, dsb.

Padahal belum tentu!

Bisa jadi itu semua terjadi karena kamu berurusan dengan codec yang tidak tepat.

Tidak percaya? Lihat peringatan di manual FCP 7 soal penggunaan codec MPEG-4 dan H.264 (perhatikan kata-kata yang digarisbawahi)..

*

Menurut FCP, codec MPEG-4 atau H.264 dibilang ‘ganas’ untuk digunakan di timeline editing secara langsung.

Ganas maksudnya memori dan prosesor akan bekerja lebih keras ketika menggunakan codec ini. Banyak masalah yang akan timbul: monitor tiba-tiba berwarna hijau, gambar nge-freeze, out of memory (untuk FCP7), software editing menutup sendiri, dll.

Adanya gejala-gejala ini disebabkan karena MPEG-4 dan H.264 termasuk codec interframe dan termasuk long-GOP. Codec jenis ini sangat tidak bersahabat dengan software editing.

Sedangkan codec-codec inilah yang justru beredar di pasaran. Termasuk di DSLR, GoPro, kamera HP.. Juga terdapat di Youtube, Vimeo, dll.

Masalahnya.. sudah tahukah kamu apa itu interframe dan long-GOP?

Kemudian..

Banyak yang mengira bahwa dengan hanya menentukan tipe filenya saja (mp4, mov, avi, dll) sudah cukup. Padahal yang mereka tentukan sebatas kulitnya saja.

Kata-kata seperti “Formatnya mp4 aja.. kualitasnya lebih bagus” itu salah besar!

Karena kualitas sebuah file video sama sekali tidak bergantung jenis filenya. Tapi codec!

Pemahaman tentang codec nantinya akan berpengaruh pada hal-hal berikut:

Melakukan setting kameraMenentukan setting project di software editingKecepatan renderPemilihan format exportKompabilitas player (bisa diplay atau tidak)

Nah.. karena itu kita harus bahas secara mendalam tentang codec ini.

Apa itu codec?

Sebelum membahas lebih jauh tentang jenis-jenis codec.. kamu harus meluruskan pengertian tentang codec.

Codec adalah singkatan dari codec-decoder atau compressor-decompressor. Namun, banyak yang menyebutnya dengan compressor saja.

Xem thêm: Bảng Báo Giá Webtretho Mới Nhất 2020, Bảng Giá Đăng Bài Viết Pr Trên Báo Webtretho

Penggunaan istilah kompressor memang lebih tepat, karena ujung-ujungnya tujuan diciptakannya codec adalah bagaimana menyimpan data video dalam ukuran yang seminimal mungkin (terkompresi) sehingga ‘muat’ dalam berbagai media (hardisk atau memori card) dan ringan saat diputar.

Di setiap software editing, grafis, animasi, converter.. atau apapun yang berhubungan dengan video, pasti Kamu akan disuruh menentukan jenis codec, atau compressor.

Contoh dalam software converter..

*

Contoh dalam setting project FCP..

*

Contoh ketika export di Adobe Premiere..

*

Oke.. kita bahas sedikit latar belakang teknisnya..

Mengapa video harus dikompres?

Sederhana..

Berapa resolusi full HD? 1920 x 1080 piksel.

Setiap piksel tersebut adalah titik-titik warna kan? Yang kita sebut sebagai RGB.

Katakanlah setiap piksel adalah 8 bit dalam merepresentasikan warna, dan video itu berdurasi 10 detik dalam 25 fps (=250 frame).

Coba kita hitung berapa besar filenya tanpa dikompres..

(1920 x 1080) x 8 x 250 = 4.147.200.000 bit = 518,5 GB

Setengah tera hanya untuk video 10 detik!!

Artinya tanpa kompresi, semua industri media akan bangkrut! Dan tidak ada komputer yang mampu memutarnya (karena data yang harus diputar per detiknya luar biasa besar).

*


Koreksi: seharusnya hasil di atas bukan 518,5 GB, tapi 518 MB (Terimakasih untuk ‘dnzk’ atas koreksinya). Tapi untuk 10 detik itu tetap cukup besar. Kalau 3 menit saja hampir 10 GB. Sementara material editing rata-rata 1 jam.

Maka codec datang sebagai solusinya. Dia mampu mengkompres file video ratusan sampai ribuan kali lebih kecil.

Codec memiliki prinsip yang sama dengan file zip atau rar. Bedanya.. kalau zip mempersingkat karakter yang berulang (dalam sebuah file doc misalnya).. sedangkan codec mempersingkat piksel yang berulang dalam setiap framenya.

Kalau dilihat algoritmanya.. terlihat rumit seperti ini:

*

Tentunya kita tidak akan membahas algoritma yang rumit itu. Karena kita bukan ahlinya